SEPUTARSULTRA.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terus memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat dasar. Melalui Tim Pembina Posyandu, Pemkot Baubau menggelar agenda Advokasi Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Posyandu dalam penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Zenith Premiere Baubau pada Rabu (06/05/2026) ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi antar-instansi dalam mengawal fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Djainudin Ishak dalam siaran persnya Rabu (06/05/2026) mengatakan, gelar advokasi dan Bimtek Posyandu dihadiri oleh 60 peserta yang merepresentasikan kekuatan lintas sektor di Kota Baubau. Keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu SPM yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan Satpol PP, TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau serta Posyandu yang merupakan ujung tombak Pelayanan Dasar menunjukkan bahwa urusan kesehatan dan layanan dasar bukan hanya tanggung jawab satu pihak.

Menurut Djainudin Ishak, untuk memberikan pemahaman mendalam, panitia menghadirkan narasumber ahli dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Baubau. Materi yang dibahas fokus pada tiga pilar utama yaitu, kebijakan pengelolaan berupa transformasi Posyandu dalam regulasi terbaru. Kemudian, integrasi layanan dengan sinkronisasi program antar-OPD agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, strategi pendampingan dengan cara memastikan kader di lapangan mendapatkan dukungan yang berkelanjutan.
Djainudin Ishak berharap melalui bimtek koordinasi antar-lembaga semakin solid. Output yang ditargetkan adalah terciptanya tata kelola Posyandu yang lebih mandiri, responsif, dan mampu memenuhi standar pelayanan minimal demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Baubau.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau Hj Aryati Yusran yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Baubau mengungkapkan, penguatan kapasitas tim pendamping adalah harga mati untuk memastikan kualitas hidup warga Baubau meningkat.
“Kegiatan ini adalah langkah strategis. Kita ingin tim pendamping mampu mengimplementasikan enam SPM secara efektif, sehingga Posyandu benar-benar menjadi solusi layanan dasar yang berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya. (*)










