Bupati Azhari Jabarkan  Visi Kota Santri dan Kota Pendidikan kepada Imam Masjid

  • Bagikan

SEPUTARSULTRA.COM-Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, mensosialisasikan visi pembangunan daerah sebagai Kota Santri dan Kota Pendidikan kepada imam masjid se-Kabupaten Buton Tengah dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Pancana Lantai V Kantor Bupati Buton Tengah, Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Muh. Adam Basan, Plh. Sekretaris Daerah Abdulah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Tengah, pimpinan OPD, serta para imam masjid dari seluruh wilayah Buton Tengah.

Dalam pemaparannya, Bupati Azhari menegaskan bahwa visi Kota Santri dan Kota Pendidikan berangkat dari sejarah panjang Buton sebagai pusat penyebaran Islam dan pendidikan di kawasan timur Nusantara. Menurutnya, visi tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali identitas dan warisan keilmuan yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Buton.

“Kita tidak meniru daerah lain. Kita ingin mengembalikan jati diri Buton yang sejak dahulu memiliki tradisi pendidikan dan keagamaan yang kuat,” ujar Azhari.

Bupati menjelaskan, sejarah keislaman Buton yang dibangun para ulama dan tokoh agama menjadi modal penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Karena itu, imam masjid memiliki peran strategis sebagai pembina keagamaan sekaligus mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat religius.

Pada kesempatan tersebut, Azhari juga menyoroti masih rendahnya insentif imam masjid yang saat ini berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Meski pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, ia berkomitmen mengupayakan peningkatan insentif melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

“Insentif imam masjid menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada anggaran perubahan nanti, kita upayakan ada penambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat,” katanya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan para imam masjid dalam mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan Buton Tengah sebagai Kota Santri dan Kota Pendidikan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *