SEPUTARSULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjend (Purn) H Andi Sumangerukka memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Dr Abd Qohar, AF, SH, MH dalam menginisiasi Program Gotong Royong Bedah Rumah bagi masyarakat kurang mampu di Bumi Anoa. Program kemanusiaan ini dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang berhasil membangkitkan kembali nilai dasar bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sultra saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Gotong Royong Bedah Rumah hasil kerja sama Kejaksaan Tinggi Sultra, Perkumpulan Tunas Muda Adhyaksa, BAZNAS Sultra, dan DPD Real Estat Indonesia (REI), yang turut dihadiri jajaran Forkopimda Sultra, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto, kepala daerah, serta para pimpinan perusahaan BUMN dan swasta Rabu (30/09/2026).
Dalam sambutannya melalui zoom yang juga diikuti Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE, Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, ST, M.Si, Dandim 1413 Buton Letkol Inf Yoni, S.Hub.Int, perwakilan Kejari Baubau (Kasi Intel), perwakilan Polres Baubau, Ketua REI Kota Baubau, dan Baznas Kota Baubau, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengungkapkan, rasa bangganya terhadap gagasan Kajati Sultra yang mengalihkan rangkaian perayaan Hari Bhakti Adhyaksa dari sekadar kegiatan seremonial menjadi aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil.”Ide cemerlang ini datangnya dari Bapak Kajati. Ide kecil yang hasilnya luar biasa. Beliau menyampaikan usulan, bagaimana kalau kita melakukan kegiatan gotong royong pembangunan bedah rumah. Ini patut kita banggakan,”ujarnya.
Ditambahkan, selama ini program bedah rumah kerap dijalankan sendiri-sendiri, baik oleh pemerintah daerah maupun kementerian terkait, tanpa adanya kolaborasi yang terintegrasi sehingga hasilnya belum optimal dan berisiko kurang tepat sasaran.
“DNA kita itu sebenarnya gotong royong, namun selama ini kita lupakan. Kesejahteraan masyarakat berawal dari rumah. Kalau urusan tempat tinggal sudah selesai, maka beban pikiran masyarakat terangkat, dan selanjutnya pemerintah tinggal memikirkan penyediaan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Sementara itu, suasana acara semakin semarak ketika Gubernur secara spontan mengajak para pengusaha dan pejabat yang hadir untuk membuktikan semangat gotong royong lewat aksi donasi langsung di tempat. Dan untuk mengawali, Gubernur secara pribadi langsung menyumbangkan dana sebesar Rp250 juta. Tantangan tersebut disambut antusias oleh perwakilan dunia usaha dan kepala daerah yang hadir diantaranya PT Antam Tbk Rp 50 juta Perwakilan Perusahaan Swasta Rp 50 juta, Wali Kota Kendari Rp 50 juta.
Sehingga, hanya dalam kurun waktu beberapa menit, dana tunai tambahan sebesar Rp400 juta berhasil dihimpun secara spontan untuk mendukung pemugaran rumah-rumah warga tidak layak huni.”Hanya dalam hitungan sekian menit kita bisa kumpulkan Rp400 juta. Itulah arti dari gotong royong. Ini bukan untuk siapa-siapa, melainkan murni demi menyejahterakan masyarakat kita di lapisan paling bawah,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Andi Sumangerukka juga menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan fisik rumah tersebut hingga tuntas agar penerima manfaat dapat segera menghuninya dengan layak. Sambutan tersebut kemudian ditutup dengan pantun jenaka yang menyemangati percepatan pelaksanaan program.(*)










