SEPUTARSULTRA.COM, Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kulisusu berlangsung penuh semangat. Kamis (12/2/2026).
Forum tahunan ini kembali menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan pembangunan dari kelurahan dan desa mengalir, mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, penguatan sektor pertanian dan perikanan, hingga peningkatan fasilitas sosial dan ekonomi, seluruhnya dihimpun sebagai bahan perencanaan pembangunan Kabupaten Buton Utara.
Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Buton Utara, La Ode Muh. Natsir Said, menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, forum ini menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah.
“Musrenbang kecamatan adalah ruang utama bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung. Dari sinilah kita menyelaraskan usulan desa dan kelurahan dengan program prioritas pemerintah daerah agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Deretan usulan pun mencerminkan semangat masyarakat dalam mendorong kemajuan wilayahnya. Kelurahan Bone Lipu mengusulkan pemeliharaan jalan lingkungan, rehabilitasi bak air Pansimas, serta bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni demi meningkatkan kualitas hidup warga.
Sementara Kelurahan Lemo mengajukan rehabilitasi gedung pertemuan, pembangunan talud penahan ombak untuk mengantisipasi abrasi, serta pengadaan tempat pembuangan sampah guna menjaga kebersihan lingkungan.
Kelurahan Lakonea menyoroti peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan, penyediaan perlengkapan jalan, hingga pembangunan terminal lengkap dengan sarana pendukungnya.
Di Kelurahan Lipu, masyarakat berharap adanya sumur resapan, tambatan perahu bagi nelayan, serta bantuan rumah tidak layak huni.
Semangat pembangunan juga terlihat di Kelurahan Bangkudu melalui usulan pengaspalan jalan Ngapa-ngapa Eete, lanjutan pembangunan mushola, serta peningkatan fasilitas permandian Ngangabuaya.
Kelurahan Saraea mengajukan pembangunan gedung serbaguna, bantuan alat penyulingan nilam untuk mendukung ekonomi warga, serta bantuan rumah tidak layak huni.
Sementara Kelurahan Wandaka mengusulkan pengadaan tenda, mesin breker dan keranda mayat, pembangunan menara Masjid Nurul Iman, serta tambatan perahu bagi masyarakat pesisir.
Dari wilayah desa, usulan pembangunan tak kalah beragam. Desa Tri Wacu-wacu mengusulkan pembangunan jembatan, bendungan, dan irigasi guna menunjang sektor pertanian.
Desa Wacu La’ea mengajukan penyulingan nilam, pembangunan jalan tani, serta pengadaan mesin dross untuk mendukung produktivitas masyarakat.
Desa Tomoahi menyoroti kebutuhan pengaspalan jalan lingkungan dan jalan pantai serta bantuan perikanan berupa perahu keting-ting bagi nelayan.
Desa Jampaka mengusulkan rehabilitasi balai desa dan gedung Pustu serta pembangunan tempat wudhu masjid.
Desa Eelahaji mengajukan pembangunan Jembatan Pentobaha, talud belakang PLN, serta bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Desa Kalibu mengusulkan peningkatan jalan lingkungan, perubahan status PAUD swasta menjadi TK Negeri, serta pembangunan tambatan perahu.
Sementara itu, Desa Loji mengusulkan penataan wisata Kampa, pembangunan jalan lingkar Desa Loji Pantai, dan pengadaan lampu jalan sebagai upaya mendorong sektor pariwisata.
Desa Laangke mengajukan bantuan rumah tidak layak huni, pengaspalan jalan, serta pembangunan tempat sampah.
Desa Kadacua mengusulkan pengadaan lampu jalan, peningkatan jalan lingkungan dusun, serta pemberdayaan sektor pertanian dan peternakan.
Desa Wasalabose mengusulkan peningkatan jalan lingkar desa, pembangunan Gapura Benteng Kraton Kulisusu, serta pembangunan jalan lingkar benteng sebagai upaya pelestarian sejarah dan pengembangan kawasan.
Desa Banu-Banua Jaya mengajukan rehabilitasi masjid, jembatan titian, serta bantuan perahu bagi nelayan.
Desa Linsowu mengusulkan pengaspalan jalan desa, lampu jalan, serta lanjutan pembangunan masjid.
Selanjutnya, Desa Rombo mengusulkan bantuan sektor pertanian dan perikanan serta pembangunan gedung komputer di SD 1 Rombo untuk mendukung pendidikan.
Desa Lemo Ea mengajukan pengaspalan jalan poros Mina-Minanga, lanjutan pembangunan masjid, dan lampu jalan.
Desa Malalanda mengusulkan peningkatan lapangan sepak bola, perluasan talud pantai, serta pengadaan air bersih.
Terakhir, Desa Lantagi mengusulkan pembangunan tower jaringan seluler, pengadaan air bersih, serta pengaspalan jalan desa.
Deretan usulan tersebut menjadi gambaran nyata semangat masyarakat Kecamatan Kulisusu dalam mendorong pembangunan yang merata.
Melalui Musrenbang, harapan-harapan itu dirangkai menjadi rencana, diselaraskan dengan kebijakan daerah, dan diharapkan mampu terwujud demi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan wilayah Buton Utara secara menyeluruh.










