Bappeda Buton Utara Catat Beragam Usulan Warga di Musrenbang Kulisusu Barat: Infrastruktur, Pertanian hingga Fasilitas Umum Jadi Prioritas

  • Bagikan

SEPUTARSULTRA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton Utara mencatat beragam usulan pembangunan dari masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kulisusu Barat, Senin (9/2/2026).

Berbagai usulan yang disampaikan pemerintah desa dan perwakilan masyarakat tersebut mencakup sektor infrastruktur, pertanian, hingga fasilitas umum yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Musrenbang tersebut, Desa Karya Bhakti mengusulkan pembangunan drainase, pembukaan jalan tani, serta pembangunan kantor desa.

Sementara Desa Karya Mulya mengajukan pengaspalan jalan lingkungan, pembukaan jalan tani, dan pembangunan rumah tidak layak huni.

Desa Labulanda mengusulkan pengadaan bibit kelapa genjah, pengaspalan jalan lingkungan, serta pengadaan bodi viber.

Sedangkan Desa Mekar Jaya mengajukan peningkatan irigasi persawahan, pengaspalan jalan lingkungan, dan pembukaan jalan tani.

Desa Dampala Jaya mengusulkan pengaspalan jalan lingkungan desa, rehabilitasi gedung balai pertemuan, serta penetapan tapal batas lahan.

Sementara Desa Kotawo mengajukan pengaspalan jalan lingkungan, penguatan jaringan atau pembangunan tower telekomunikasi, serta rehabilitasi balai pertemuan.

Desa Soloy Agung mengusulkan pembuatan drainase, pembangunan jembatan, serta saluran irigasi primer.

Desa Kasulatombi mengajukan pembuatan tanggul kali, pengadaan kawat duri, serta pembangunan gedung posyandu.

Desa Lambale mengusulkan sejumlah program, di antaranya pembangunan tower jaringan seluler, pembebasan lahan TPU, peningkatan jalan alternatif, pengaspalan jalan desa, pengadaan bibit unggul, peningkatan jalan usaha tani, serta penataan halaman pasar.

Desa Lauki mengajukan peningkatan jalan tani, pembangunan gedung sekolah dasar, pembuatan drainase, pembangunan WC, pembuatan deker, pembangunan rumah adat, serta pembukaan jalan tani. Desa Marga Karya mengusulkan pengadaan bibit kelapa lokal dan hibrida, pembuatan jembatan, serta pembukaan jalan.

Selanjutnya, Desa Bumi Lapero mengajukan pengaspalan jalan, peningkatan jalan desa, dan peningkatan jalan tani. Desa Rahmat Baru mengusulkan pengadaan tower jaringan seluler, peningkatan jalan desa, pembuatan talud lapangan bola, pengadaan sarana air bersih, pembukaan jalan tani, pengadaan hand sprayer dan racun rumput, pengadaan kurungan baja, pengadaan bibit kelapa sawit, serta pengadaan bibit sapi.

Terakhir, Desa Lapandewa mengusulkan pembangunan sarana air bersih, peningkatan jalan tani, serta pembangunan tempat pembuangan akhir sampah.

Kepala Bappeda Buton Utara Agus Pria Budiana menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat yang disampaikan dalam Musrenbang akan menjadi bahan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2027, dan nantinya akan disesuaikan dengan visi misi Bupati dan wakil Bupati Buton Utara.

“Semua usulan dari desa dan kecamatan kami tampung dan verifikasi. Tentunya akan disesuaikan dengan skala prioritas, kemampuan keuangan daerah, serta program strategis pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Musrenbang menjadi wadah penting untuk memastikan pembangunan di Buton Utara benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Melalui Musrenbang ini, kami ingin memastikan perencanaan pembangunan berjalan partisipatif dan tepat sasaran. Harapannya, usulan yang menjadi prioritas dapat direalisasikan secara bertahap demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Buton Utara,” tambahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *